Rumus Berbagi

Rumus Berbagi
"share is everything" (Home 2009)


"If you have an apple and I have an apple and we exchange apples then you and I will still each have one apple. But if you have an idea and I have an idea and we exchange these ideas, then each of us will have two ideas. "


George Bernard Shaw (1856-1950) Irish Author & Playwright[i]

 

Perkataan George Bernard Shaw pernah saya kutip di dalam Facebook, penulis pernah mengirim status tentang 3 Rumus berbagi secara sederhana, namun dalam penelitian penulis masih ada satu point rumus penting yang diajarkan Allah SWT sehingga menjadi empat rumus. Jadi, jika masing-masing memakai Rumus berbagi maka semua saling menerima. Sehingga yang dikupas di sini adalah rumus berbagi dan inilah keempat jenis rumus berbagi :


1. Rumus Fisika Klasik :Jika saya memiliki 1 apel dan anda memiliki 1 apel dan saling berbagi Maka masing masing akan mendapatkan 1 buah apel Variable waktu di sini terjadi langsung


2. Rumus Berbagi Ide : Jika saya memiliki 1 ide dan anda memiliki 1 ide dan saling berbagi ide Maka masing masing akan mendapatkan 2 ide dan bahkan lebih dari kombinasi kedua ide tersebut Variable waktu di sini sedikit lebih lama perlu waktu proses transformasi hingga sampai kesimpulan


3. Rumus Berbagi Cinta : Jika saya memiliki cinta dan anda memiliki cinta dan saling berbagi cinta Maka yang terjadi adalah masing masing cinta kita bersatu dengan apa yang dicintainya. Variabel waktu di sini bergantung orientasi cintanya apakah jangka pendek atau panjang.

4. Rumus Berbagi Ikhlas : Adalah kombinasi Rumus fisika + Rumus Ide + Rumus Cinta Allah SWT.Jika masing masing memberi satu buah apel dengan sebuah ide investasi Akhirat dan Cinta kepada Allah SWT, maka masing masing akan mendapatkan lebih dari 100 bulir yang setimpal dengan 100 buah apel entah dari mana datangnya dan masing masing bersatu dalam rangka Kecintaan Kepada Allah SWT.


Rumus berbagi Cinta

Kita perlu membahas untuk Point Ketiga Rumus berbagi Cinta. Anis Matta dalam bukunya Serial Cinta mengatakan bahwa Cinta adalah sabuah kata yang memerlukan banyak definisi melebihi kata kata emosi lainnya. Sehingga cinta lebih dilihat kepada cara-kerjanya, sebab cinta adalah kata lain dari memberi.[ii] Selain itu menurut Deborah Taj Anapol juga mengatakan bahwa ada tujuh hukum cinta, dan hukum ke empat dari cinta adalah persatuan :"The fourth law of love is the Law of Unity"[iii]. Secara garis besar cinta memiliki hirarki walau berbeda detil dengan cinta hirarki[iv] milik Anis Matta, namun kurang lebih sama yaitu :


1. Cinta Dunia

2. Cinta Allah SWT namun berubah Jadi Cinta Dunia

3. Cinta Allah SWT

Sebagai contoh gambaran sederhana: Jika saya memiliki sebuah apel dan anda memiliki sebidang lahan Jika saya memiliki sebuah ide investasi dan anda memiliki sebuah ide berkebun Jika saya memiliki cinta dan anda memiliki sebuah Cinta yang sama dengan saya Maka, Jika dan hanya jika saling berbagi yang terjadi adalah Menanam Sebuah Apel di sebidang tanah dalam ide investasi berkebun dan saling berorientasi cinta yang sama. Oleh karena itu ada beberapa akibat rumus berbagi cinta berdasarkan orientasi cintanya :

1. Cinta Dunia=Merusak:

Karena Orientasinya adalah Cinta dunia masing masing berusaha meraup keuntungan untuk diri sendiri dan merugikan pihak lain walaupun awalnya berbagi dan ini sangat merusak. Mengapa merusak? ada beberapa argumentasi yang bisa digunakan :


a. Argumentasi SDA Terbatas : Robert Malthus mendoktrin Barat dengan mengatakan "bumi tidak cukup untuk di bagi bersama. Manusia sudah terlalu banyak untuk sumberdaya yang terlalu sedikit."[v]. Sehingga berpotensi menjadi rimba raya kompetisi merebut sumber kekayaan bumi. Sesungguhnya cinta dunia bukanlah cinta sebenarnya. Justru ketika kita cinta dunia artinya cinta sudah lenyap dari kehidupan kita. Tak ada lagi kedermawanan kolektif untuk kita berbagi. Sekarang banyak analisis mengatakan telah terjadi perang Black Gold atau black oil alias perang untuk mendapatkan sumber minyak bumi. Namun bagi Maude Barlow ada perang yang lebih berbahaya dan mungkin saja terjadi ke depan, dan sekarang dianggap sudah terjadi perang secara diam diam yaitu perang Blue Gold. Setidaknya analisis Maude Barlow disimpulkan oleh vice president of World Bank Ismael Serageldin dengan perkataan "The wars of the next century is about water".[vi] Benar mereka berbagi (investasikan) harta mereka untuk membiayai perang demi mendapatkan bagian harta yang lebih besar lagi.


b. Argumentasi Efek Cold Wave : Argumentasi ini datang sendiri dari Allah SWT, Karena terjadi perebutan SDA bahkan peperangan karena SDA maka Bumipun menjadi sempit dan sumpek bahkan terasa seperti neraka dan beku: setiap jengkal tanahnya, setiap jenak suasananya adalah panas atau seperti perkebunan yang rusak terkena hawa dingin. Perumpamaan itu seperti di dalam Al-Quran yang berbunyi :


 

"Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri."[vii]



 

Argumentasi yang digunakan ayat ini adalah sangat unik dan mencengangkan jika kita teliti lebih jauh. Bagaimana tidak mencengangkan, padahal Al-Quran diturunkan di daerah berpadang pasir dimana Rasulullah SAW berada di tempat tersebut dan tidak pernah mengalami "Efek Cold Wave"[viii]. Sudah pasti Informasi "efek Cold Wave" tersebut dari Allah SWT. Bencana Cold Wave yang terdeteksi oleh para ahli meteorologi terjadi pada tahun 1816 Masehi dan terkenal dengan istilah "Year Without a summer".[ix] Akibat yang ditimbulkan Cold Wave-pun sangat merusak baik merusak dunia agrikultur, komesial, aktifitas sosial. Bahkan dapat menimbulkan kematian dalam waktu 48 jam akibat penyakit hyporthamia yang ditimbulkan cold wave dan kelaparan. Kerusakan lainnya akibat cold wave bisa di lihat situs wikipedia.


Penulis mencoba mencari artikel terkait dengan cold wave dengan kata kunci cold wave di situs google.com, namun yang ada hanyalah situs situs berita bencana akibat cold wave. Karena hanya terjadi di daerah dan tahun tahun tertentu, penulis ingin memastikan lagi apakah di daerah Arab Saudi pernah terjadi Cold wave, namun tidak diketemukan satu berita pun. Hal ini menambah kepastian bahwa di Arab Saudi belum pernah terjadi Cold Wave sampai detik sekarang di mana dahulu Ayat Al-Quran tersebut diturunkan.


Dalam dunia Meteorologi dan Klimatologi yang mengatakan bahwa Cold Wave adalah "Fenomena Iklim" biasa. Tapi tidak ditegaskan apakah Cold Wave merupakan akibat dari perbuatan manusia atau bukan. Padahal Ayat tersebut menunjukkan Cold Wave adalah ulah akibat perbuatan manusia bukan sekedar "fenomena iklim". Cold wave termasuk sebagai iklim ekstrim sebagaimana Heat Wave dan merupakan hukum alam. Cold wave dan Heat wave menunjukkan anomali temperatur yang ekstrim. Dan setiap tahun anomali temperatur tersebut semakin ekstrim dan besar. Banyak analisis mengatakan bahwa anomali temperatur tersebut dipercepat dan semakin meningkat secara dramatis akibat dari efek Global Warming dan efek rumah kaca. Global warming dan Rumah kaca adalah perbuatan manusia. Walau masih dalam perdebatan dalam dunia ilmu akademisi dan belum banyaknya kajian tentang anomali temperatur iklim ekstrim tersebut, setidaknya kita sudah bisa merasakan tampaknya iklim di Indonesiapun mengalami perubahan dan semakin mengkhawatirkan dan kita bisa menyangka "manusialah yang berulah" entah dari sisi dunia manapun. Artinya perbuatan hanya satu orang saja sangat mempengaruhi percepatan efek global warming di dunia walau presentasinya kecil.


2. Ikhlas Kemudian Berubah Menjadi Riya = Sia-Sia:

Karena Orientasinya berubah, Barangkali mendapatkan hasilnya 100 Buah tapi 100 Buah hasil panen tersebut habis entah dibuat apa tak bersisa. Pernah sering merasa seperti : "Saya sudah berusaha bekerja keras, dan mengumpulkan dan mendapatkan hasil yang besar, namun anehnya hasil tersebut kok habis begitu saja entah habis buat apa saja.tanpa sempat saya nikmati?" kalimat ini mengungkit ungkit menyebut nyebut "dirinya sudah berusaha maksimal" seolah olah dia menguasai hasilnya tersebut. Ada beberapa argumentasi yang bisa digunakan untuk kesia siaan ini yaitu :


a. Argumentasi Fisika Quantum : Dunia fisika klasik newton meyakini bahwa materi itu eksis ada dan bagian terkecil dari materi adalah atom. Namun dalam dunia Fisika Quantum mengatakan bahwa materi kalau di belah sehingga ke bagian terkecilnya maka yang terlihat adalah terdiri dari ruang ruang kosong dan hampa yang tidak memiliki massa. Sehingga dalam dunia fisika quantum semua benda alam semesta yang berbeda beda tersebut pada dasarnya terdiri dari bahan yang sama yaitu terdiri dari ruang-ruang hampa yang tidak memiliki berat massa. Sehingga bisa disimpulkan dalam dunia fisika quantum kita adalah satu yaitu terdiri dari ruang ruang hampa.


Kaitannya dengan orientasi Ikhlas berubah menjadi cinta dunia maka hal ini seperti "meminum air laut yang hanya akan menambah kehausan." Seseorang dengan orientasi ini hanya akan merasakan kebahagiaan sesaat. Orang-orang yang mengejar harta, pangkat, karir, kekayaan, rumah, uang melimpah jabatan dan mengumpulkannya namun yang terjadi mereka tidak merasakan cukup (terisi) tapi sering merasakan kurang Hampa dan kosong.


Rumusnya adalah : Orang orang dengan orientasi tersebut menurut fisika quantum hanya mengumpulkan "kekosongan" demi "kekosongan". Yang dikiranya semakin banyak namun barang-barang tersebut hanyalah terdiri dari ruang-ruang kosong.


Karena tujuannya berubah menjadi cinta dunia yang hakikatnya terdiri dari ruang ruang hampa. Maka yang terjadi Jiwanya merasakan hampa alias sia-sia. Menyangka bisa membeli kebahagiaan hakiki dengan mengumpulkan sesuatu yang hampa.


b. Argumentasi Efek Erosi : Argumentasi ini merupakanperumpamaan dalam Al-Quran yang berbunyi :

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka Perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir."[x]



Argumentasi yang datang dari Allah SWT ini juga sangat mengagumkan dalam penggambarannya. Penafsiran ayat tersebut tentang "batu licin yang diatasnya ada tanah" dikatakan sebagai Erosi pertama kali diperkenalkan oleh H.Muh.Nur Abdurrahman dalam artikelnya "No. 708. Fenomena Alam Dijadikan Perumpamaan."[xi]


Erosi juga merupakan fenomena proses yang terjadi secara alamiah tidak begitu merugikan bahkan menguntungkan. Namun manusia meningkatkan proses tersebut secara dramatis seperti deforestation, indrusti agrikultur dan urban sprawl[xii]. Sehingga menurunkan kualitas tanah yang subur menjadi gersang bahkan merusaknya sehingga lahan tersebut tidak bisa digunakan lagi untuk bercocok tanam. Selain itu erosi membawa mineral-mineral tanah ke laut. Sehingga air segar yang seharusnya tersimpan dalam tanah karena tertahan akar akar tanaman dan dapat di minum juga semakin berkurang. Akibat lainnya dari erosi yang dramatis menyebabkan tanah longsor, banjir, dan akhirnya meninggalkan kekeringan.


Pilihan kata "batu licin" (Ayat tersebut dalam bahasa Inggris terjemahannya Smooth rock) juga sangat mengesankan. Ada sebagian peneliti melakukan percobaan sederhana tentang proses "mechanical weathering" yang nantinya merupakan salah satu proses yang membantu mengakibatkan erosi. Mechanical Weathering adalah proses penghancuran batu menjadi bagian bagian yang kecil. Pilihannya adalah batu yang sangat kasar dan batu yang halus. Pertanyaannya adalah batu yang manakah yang akan mengalami mechanical weathering oleh air? Dan hasil penelitian tersebut menjawab bahwa batu yang halus lah yang akan mengalami mechanical weathering. Karena Air menggosok batu tersebut menjadi halus. Salah satu contoh tempat proses weather mechanical dalam skala besar adalah Grand Canyon Arizona.


Jadi jika dikaitkan dengan orientasi berbagi karena berubah menjadi cinta dunia. Erosi yang di akibatkan manusia secara dramatis membuat tempat erosi tersebut tidak bisa digunakan lagi alias habissssss.


3. Rumus Berbagi Ikhlas Karena Allah SWT=Kebahagiaan hakiki, Dan inilah Rahasianya:

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allahadalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."[xiii]



Penulis merasa belum punya banyak ilmu tentang ikhlas bahkan masih terus belajar. Namun Penggambaran Allah SWT tersebut ingin menekankan ada unsur kesabaran. Karena seperti tanaman yang baik. Tidak tumbuh dalam sekejap yang menghasilkan buah yang banyak. Artinya Ayat ini ingin menekankan ada jangka waktu yang panjang, visi misi ke depan yang kuat bahkan bisa jadi hasilnya tidak diberikan langsung di dunia, tapi di akhirat.


Prediksi penulis berdasarkan ayat tersebut di atas :

Ikhlas adalah hal yang sangat krusial dalam hal BerIslam. Saking krusialnya dijadikan salah satu syarat diterimanya suatu amal ibadah, dan bahkan ancamannya sangat keras jika manusia beribadah tidak ikhlas karena Allah SWT. Namun pertanyaannya adalah "Mengapa beramal Ikhlas yang sangat krusial ini disamakan dengan sebutir benih yang tumbuh menjadi seratus dan dilipatgandakan?." Salah satu cara sebutir benih bisa tumbuh baik adalah dengan kegiatan menanam atau berkebun. Jadi Intinya Beramal Ikhlas itu sama seperti kegiatan menanam atau berkebun atau bertani.


Banyak ulama mengatakan pekerjaan paling sulit adalah Ikhlas. Jika ternyata kita termasuk yang sudah memiliki penyakit kronis depresi, merasa kosong, hampa, hati berkarat hambar dan hidup tidak merasa tenang serta rindu sekali untuk bisa merasakan ikhlas. Maka kita perlu melakukan terapi psikologis sebagai solusinya.


Rahasia terapi Psikologis

Kalau dilihat secara lebih cermat lagi ada sebuah pesan rahasia terapi psikologis yang terdapat di dalam ayat tersebut di atas. Terapi psikologis tersebut adalah berupa Aktifitas Berkebun. Kenapa penulis mengatakan terapi psikologis tersebut adalah Aktifitas Berkebun? Ada beberapa argumentasi :


1. Argumentasi Al-Quran dan Hadist :

a. Ayat QS Al Baqarah 2: 61 tersebut menyamakan Ikhlas Beramal /diqiyaskan dengan sebutir Benih yang tumbuh. Untuk bisa menumbuhkan benih tersebut salah satu kegiatan yang lazim adalah berkebun/bertani.

b. Ada Hadist-Hadist yang menggambarkan keutamaan bertani/berkebun/menanam dan menyamakan kegiatan tersebut sebagai sedekah. Seperti




"Tidaklah seorang muslim menanam pohon, tidak pula menanam tanaman kemudian hasil tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia atau binatang melainkan (tanaman tersebut) menjadi sedekah baginya."[xiv]



Atau seperti hadist :

"Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu tanaman itu dimakan manusia, binatang ataupun burung melainkan tanaman itu menjadi sedekah baginya sampai hari kiamat."[xv]



Bahkan menjelang kiamatpun kalau sempat tanamlah biji tumbuhan

إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَ فِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيْلَةٌ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لاَ تَقُوْمَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَ


"Sekiranya hari kiamat hendak terjadi, sedangkan di tangan salah seorang diantara kalian ada bibit kurma maka apabila dia mampu menanam sebelum terjadi kiamat, maka hendaklah dia menanamnya." [xvi]



Syaikh Al-Albani rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini menyiratkan pesan yang cukup dalam agar seseorang untuk memanfaatkan masa hidupnya untuk menanam sesuatu yang dapat dinikmati oleh orang-orang sesudahnya, hingga pahalanya mengalir sampai hari kiamat tiba.


2. Argumentasi Ilmu Kesehatan Fisik dan Psikologis :

Banyak orang kota yang hidupnya super sibuk yang semakin umur tua walau sudah kaya raya namun hidupnya semakin merasa hampa dan kosong bahkan depresi. Ada beberapa klinik psikologi mencoba pendekatan aktifitas "berkebun/bercocok tanam" kepada mereka sebagai terapi secara rutin dan berkala dan hasilnya pasien semakin membaik dan sehat psikologisnya.


Manfaat berkebun banyak sekali selain secara psikologis secara fisik kegiatan berkebun sama seperti kegiatan olahraga membakar 280 kalori hingga 380 kalori per jam. Jumlah kalori yang terbakar ini sama dengan kegiatan seks selama 3 jam atau setara dengan jogging atau berlari selama 30 menit atau berlari dengan jarak 2,5 km.[xvii]


Anne Thompson mengatakan : "There are oodles of benefits -- both physical and mental -- that come from the range of activities associated with gardening".[xviii]Kata beliau dengan kegiatan berkebun kita mempunyai rasa pengendalian dan kreatifitas - semua tanaman tersebut dikendalikan dengan berkebun dan kita melakukan research untuk berkebun yang baik dan sesuai dengan selera oleh tangan kita. Bahkan menurut Sandra Mason dengan kegiatan berkebun bisa mencegah beberapa penyakit :




"Gardening provides the regular physical exercise listed in the prevention of heart disease, obesity, adult-onset diabetes and high blood pressure. It also provides the strength training important in the prevention of osteoporosis. Put a gallon sprinkling can full of water in each hand and you got your 8 pound dumbbells. Finish off with lifting a wheelbarrow and you got your bicep workout."[xix]



3. Argumentasi Kaitan Antara Bertani dengan Ujian Matematika dan Warisan Budaya

Malcolm Gladwell dalam bukunya Outliers melakukan penelitian yang berkaitan dengan antara Kegiatan Bertani padi dengan Ujian Matematika[xx] dan penelitian tentang warisan budaya di daerah Harlan, Kentucky[xxi] di dataran tinggi dengan daerah pertanian dataran rendah. Dalam penelitian tersebut mengatakan intinya daerah tempat yang kehidupan sehari harinya adalah bertani gaya Timur memiliki warisan budaya yang sangat bagus dibandingkan warisan budaya dengan profesi lain seperti berternak (pegunungan/perbatasan) atau nelayan (pesisir pantai). "Budaya kehormatan diri" lebih berpotensi muncul di daerah dataran tinggi daripada di daerah dataran rendah. Bahkan Warisan budaya sangat berkaitan erat dengan Kecerdasan matematika, karena Kecerdasan matematika bukan mengandalkan IQ semata namun lebih kepada sikap,bagi Schoendfeld, "yang penting bukanlah kemampuan tetapi lebih kepada sikap. Kesuksesan adalah hasil dari kegigihan, keteguhan dan kesediaan untuk bekerja keras..". Dan sikap tersebut banyak diketemukan di dalam komunitas para petani terutama petani budaya Timur.


Dalam Sejarah, pertanian di Barat lebih berorientasi "mekanik", tetapi di jepang dan di Cina, para petani tidak memiliki uang untuk membeli peralatan dan lagipula tidak ada lahan kosong yang bisa diubah menjadi lahan sawah. Jadi para petani meningkatkan hasil panen mereka dengan menjadi lebih cerdas, dengan membagi waktu mereka lebih baik. seperti perkataan Francesca Bray, Pertanian di Timur "berorientasi keahlian". Sehingga tidak heran ada kaitannya antara keahlian matematika di dunia timur karena sikap budaya warisan "petani berorientasi keahlian". Bahkan kata Malcolm Gladwell JIka ada Olimpiade Matematika Asialah yang sering memenangkannya bahkan lebih sering Cina yang memenangkan Olimpiade Matematika.


Hmmm..lalu apa kaitannya dengan hadist "Tuntutlah Ilmu sampai ke Negeri Cina" ? Nampaknya ada kaitannya dengan kesehatan psikologis/warisan budaya dari BERKEBUN/BERTANI di daerah Cina yang Allah SWT tidak segan segan mengumpamakan KEIKHLASAN dengan hubungannya tanam menanam. Dan CInalah model Bertani yang dianggap memiliki warisan budaya yang bagi Schoenfeld dibutuhkan untuk keahlian Matematika.


Jadi terlihat bahwa sangat urgen pentingnya perumpamaan Allah SWT tentang Beramal Ikhlas sama seperti benih yang tumbuh dengan salah satu cara wajar yaitu berkebun/bertani/bercocok tanam, hal ini merupakan pesan bagi kita jika ingin melatih Keikhlasan hati maka buatlah kegiatan berkebun menjadi hobby yang menyenangkan dan menyehatkan baik secara fisik maupun psikologis bahkan bersama komunitas. Jika anda tidak menyukai kegiatan berkebun, maka curigailah kepada hati anda sendiri.


Penulis tidak berkehendak untuk mengajak para pembaca untuk beralih profesi menjadi petani atau pekerjaan berkebun sehari hari. Tapi penulis ingin menyampaikan bahwa kegiatan berkebun menjadi salah satu hobby yang sangat penting setiap waktu setiap saat dan setidaknya milikilah rumah yang ada halaman untuk bisa berkebun. Sehingga akhirnya setidaknya kita membantu memperlambat dan menghambat efek global warming, efek rumah kaca, efek cold wave dan Erosi tanah yang sangat dramatis terjadi sekarang.


Dan inilah puncak rumus yang harus kita kuasai untuk mendapatkan kebahagiaan hakiki, bukan kebahagiaan yang hasilnya merusak dan juga bukan kebahagiaan yang sesaat alias semu.


Inilah rumus berbagi sejauh penulis pahami. Semoga bisa kita terapkan dalam kehidupan. Jika kita kreatif kita bisa berbagi 1 buah ide bernilai 1 miliar dinar emas, yang kemudian dari uang 1 miliar dibagi zakat, sedekah, dan kemudian di buat shopping sebanyak banyaknya, namun jangan sampai salah ide shopping konsumtif tapi ide shopping produktif alias investasi.


Setidaknya penulis sudah berbagi ide (semoga membangun), dan semoga dicatat sebagai amalan dari penulis yang berlipat lipat kebaikannya dan mendapat keridhaanNya. Namun waspadalah, Kalau kita memakai rumus berbagi sudah pasti yang lain menerima. Akan tetapi jika kita semua memakai rumus menerima, maka tidak ada satupun yang menerima dari yang lainnya karena saling menunggu untuk menerima sesuatu padahal tidak ada satupun orang yang berbagi. Oleh karena itu siapa giliran yang mau berbagi ide tentang tulisan ini?


Wallahu'alam bishowab Penulis: www.hanifsoul.com at 2010




[i] http://www.gurteen.com/
[ii] Matta, Anis, Serial Cinta,cetakan I, Tarbawi Press, Jakarta, 2008, hal 71
[iii] Anapol, Deborah, Love without Limit, http://www.lovewithoutlimits.com/articles/Seven_Natural_Laws_of_Love_The_Law_of_Unity.html
[iv] Matta, Anis, Op. Cit, hal 102
[v] Idem, hal 25
[vi] Barlow Maude, Blue Gold The Global Water Crisis and the Commodification of the World's Water Supply, 2001, p:1
[vii] QS Ali' Imran 3:117
[viii] http://en.wikipedia.org/wiki/Cold_wave
[ix] Idem
[x] QS Al-Baqarah 2:264
[xi] http://www.freewebs.com/bismillah/index.htm
[xii] http://en.wikipedia.org/wiki/Erosion
[xiii] QS Al Baqarah 2: 61
[xiv] HR. Imam Bukhari hadits no.2321
[xv] HR. Imam Muslim hadits no.1552(10)
[xvi] (HR. Imam Ahmad 3/183, 184, 191, Imam Ath-Thayalisi no.2078, Imam Bukhari di kitab Al-Adab Al-Mufrad no. 479 dan Ibnul Arabi di kitabnya Al-Mu'jam 1/21 dari hadits Hisyam bin Yazid dari Ana Rodhiyallohu 'Anhu)
[xvii] Manfaat Berkebun, http://kumpulan.info
[xviii] Gardening: Why Getting Down and Dirty Feels So Good, http://www.healingwell.com/
[xix] Health Benefits of Gardening, http://web.extension.uiuc.edu
[xx] Gladwell,Malcolm,Outliers,Rahasia Dibalik Sukses,Gramedia,Jakarta,2009, hal.252
[xxi] Idem, hal.181

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Rumus Berbagi"

Sutejo said...

mohon ijin untuk ikut membagikan ide ini ke rekan 2 lain yang saya kenal, terima kasih.